Cara Yang Benar Untuk Mempelajari Alkitab
1. Pelajari
Alkitab setiap hari Kis. 17:11
Sebagaimana
kita membiasakan dan mendisiplin diri seperti memiliki waktu untuk tidur,
menggosok gigi, makan dan seterusnya. Kebiasaan-kebiasaan ini kita lakukan agar
memiliki tubuh yang sehat. Demikian juga jika kita ingin kuat dan sehat secara
rohani kita harus melakukannya. Jika kita mengabaikan ini maka kita membiarkan
diri kita tumbuh dalam ketidakacuhan terhadap Allah, bahkan kita sedang membuka
pintu lebar2 bagi pencobaan dan dosa yang bisa dengan mudah menyertainya.
2. Pelajari
Alkitab secara sistematis
Prosedur-prosedurnya:
1. Kitab itu dibaca secara cermat empat atau lima kali, dan setiap kali membaca
pasti ada sesuatu yang baru. 2. Bagilah kitab-kitab itu menjadi bagian-bagian
utamanya. Dari bagian ini harus muncul pertanyaan2. Apa subjek utama dari setiap bagian? Apa yang
dikatakan tentang hal itu? Mengapa itu dikatakan? Kepada siapa? Apakah
kesimpulan2 yang muncul dari padanya? Dan dalam pembacaan, perlu memperhatikan
kata-kata penghubung seperti: tetapi,
karena, lalu, dan, karena, dan oleh
karena itu.
3. Pelajari
Alkitab secara komprehensif 2 Tim. 3:16
Dalam
kita melakukan membaca secara komprehensif, kita harus berusaha untuk mengenal
seluruh Alkitab. Memang ada bagian2 tertentu yang tidak akan menarik bagi kita,
tetapi jika kita tidak berusaha melakukannya maka kita membatasi pertumbuhan
kita dan bahkan mungkin membengkokkan pemahaman kita. Ryle, mengatakan bahwa
secara umum rencana yang terbaik adalah memulai dari PL dan PB pada waktu yang
sama.
4. Pelajari
Alkitab dengan doa. Mzm. 119:17-18
Dalam
bagian ini kita diajar untuk menghindari fomalisme-fomalisme ahli Taurat. Kita
harus terlebih dahulu memohon Roh Kudus membuka pikiran kita untuk memahami
kebenaran-Nya dan mentaati-Nya ketika Ia memberlakukannya dalam hidup kita.
Kita harus mengatakan kepada diri kita bahwa “sekarang Allah akan berbicara
kepada saya secara pribadi, Dia hendak mengajar saya.”
5. Pelajari
Alkitab dengan ketaatan. Yak. 1:22
Dalam
bagian ini pertanyaannya mengalami perubahan. Bagaimana perikop ini dan
ajaran-ajarannya berlaku bagi saya? Apakah perikop ini mengajarkan kepada saya
sesuatu yang harus saya lakukan? Atau tentang sesuatu yang tidak boleh saya
lakukan? Apakah yang dikatakan kepada saya mengenai kehendak Allah dan
bagaimana saya melakukannya agar saya menyenangkan Allah dan melayani Dia
dengan lebih baik? Inilah yang dimaksudkan oleh Yakobus.
Metode
Baca Gali Alkitab:
1.
Doa: Allah yang berdaulat,
bukalah mataku/kami supaya aku/kami dapat melihat perbuatan-perbuatan-Mu yang
mengagumkan dari firman-Mu. Amin
2. Bacaan:
Mazmur 128:1-6
3. Renungan:
Pokok: Rumah
tangga yang diberkati Tuhan
-
Apa saja yang saya baca?
·
Mazmur
128 adalah salah satu dari mazmur lainnya yang dinyanyikan pada saat umat Allah
ziarah ke Bait Allah.
·
Prinsip
utama yang harus diperhatikan oleh umat Allah agar tetap mengalami berkat Tuhan
atas rumah tangga adalah takut akan Tuhan dan hidup menurut jalan yang
ditunjukkan-Nya! (ay.1)
·
Apabila
umat Allah memperhatikan prinsip utama ini, maka Tuhan akan memberkati rumah
tangga dan dimulai dari memberkati usaha yang dilakukan oleh suami, -suami yang
takut akan Tuhan dan melakukan usahanya dalam takut akan Tuhan (ay.4) sehingga
suami akan berbahagia melihat berkat itu (ay.2).
·
Dampak
dari berkat Tuhan adalah istri berbahagia dan merasa puas dalam rumah tangga,
anak-anak juga merasa puas dan bangga atas berkat Tuhan dan bahkan anak-anak
mengharumkan nama baik orang tua, (ay.3).
·
Sumber
berkat yang berasal dari Tuhan selain berdampak dalam rumah tangga, juga akan
berdampak bagi bangsa. Anak-anak akan menjadi generasi-generasi yang takut akan
Tuhan, generasi-generasi yang siap membawa perubahan positif bagi bangsa.
Generasi yang rusak mempengaruhi keadaan masa depan suatu bangsa. Keadaan
bangsa selalu ditentukan oleh seperti apakah generasi muda suatu masyarakat.
Generasi muda yang sehat menyukakan generasi tua, (ay.5-6).
-
Apa pesan yang
disampaikan kepada saya?
·
Takut
akan Tuhan dan hidup menurt jalan-Nya adalah dasar untuk membangun rumah tangga
yang bahagia.
·
Seorang
kepala rumah tangga (suami/istri jika suami sudah meninggal) haruslah yang
pertama menjadi teladan dalam hal takut akan Tuhan sehingga mampu mengayomi
mereka yang di dalam rumah.
·
Penghasilan
yang diperoleh dari pekerjaan yang diberkati Tuhan selalu membawa kebahagian
bagi seisi rumah tangga. Bahkan Tuhan menjamin masa depan anak-anak melalui
penghasilan orang tua. Anak-anak akan menjadi generasi yang mengabdi kepada
Tuhan dan bangsa/sesama.
-
Apa responsku?
·
Memegang
prinsip dari janji berkat Tuhan atas rumah tangga
·
Komitmen
untuk bekerja keras mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang benar, yang sesuai
dengan kehendak Allah.
·
Memberi
diri dibentuk Tuhan agar menjadi berkat bagi rumah tangga dan gereja Tuhan.
4.
Doa: Tuhan, berikanlah
kemauan dan kemampuan kepada ku/kami untuk terus mencintai firman-Mu,
melakukannya dan memuliakan Engkau setiap hari. Amin
Penerapan:
Sebagai
wanita-wanita/ibu dalam rumah tangga, kita harus mengarahkan suami, tidak boleh
bosan2 mengingatkan mereka agar melakukan pekerjaan yang baik yang memuliakan
Allah, sehingga berkat Tuhan “mengalir” dalam rumah tangga kita. Banyak alasan
yang kita bisa buat untuk membela diri tetapi ingat Tuhan tidak bisa
dinegosiasi, Tuhan tidak pernah kompromi dengan sesuatu yang bertolak belakang
dengan kehendaknya. Langkah pertama
adalah berdoa, kedua mengingatkan, ketiga berdoa.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar