Senin, 18 Januari 2016

CARA YANG BENAR UNTUK MEMPELAJARI ALKITAB



Cara Yang Benar Untuk Mempelajari Alkitab

1.      Pelajari Alkitab setiap hari Kis. 17:11
Sebagaimana kita membiasakan dan mendisiplin diri seperti memiliki waktu untuk tidur, menggosok gigi, makan dan seterusnya. Kebiasaan-kebiasaan ini kita lakukan agar memiliki tubuh yang sehat. Demikian juga jika kita ingin kuat dan sehat secara rohani kita harus melakukannya. Jika kita mengabaikan ini maka kita membiarkan diri kita tumbuh dalam ketidakacuhan terhadap Allah, bahkan kita sedang membuka pintu lebar2 bagi pencobaan dan dosa yang bisa dengan mudah menyertainya.
2.      Pelajari Alkitab secara sistematis
Prosedur-prosedurnya: 1. Kitab itu dibaca secara cermat empat atau lima kali, dan setiap kali membaca pasti ada sesuatu yang baru. 2. Bagilah kitab-kitab itu menjadi bagian-bagian utamanya. Dari bagian ini harus muncul pertanyaan2.  Apa subjek utama dari setiap bagian? Apa yang dikatakan tentang hal itu? Mengapa itu dikatakan? Kepada siapa? Apakah kesimpulan2 yang muncul dari padanya? Dan dalam pembacaan, perlu memperhatikan kata-kata penghubung seperti: tetapi, karena, lalu, dan, karena, dan oleh karena itu.
3.      Pelajari Alkitab secara komprehensif 2 Tim. 3:16
Dalam kita melakukan membaca secara komprehensif, kita harus berusaha untuk mengenal seluruh Alkitab. Memang ada bagian2 tertentu yang tidak akan menarik bagi kita, tetapi jika kita tidak berusaha melakukannya maka kita membatasi pertumbuhan kita dan bahkan mungkin membengkokkan pemahaman kita. Ryle, mengatakan bahwa secara umum rencana yang terbaik adalah memulai dari PL dan PB pada waktu yang sama.
4.      Pelajari Alkitab dengan doa. Mzm. 119:17-18
Dalam bagian ini kita diajar untuk menghindari fomalisme-fomalisme ahli Taurat. Kita harus terlebih dahulu memohon Roh Kudus membuka pikiran kita untuk memahami kebenaran-Nya dan mentaati-Nya ketika Ia memberlakukannya dalam hidup kita. Kita harus mengatakan kepada diri kita bahwa “sekarang Allah akan berbicara kepada saya secara pribadi, Dia hendak mengajar saya.”
5.      Pelajari Alkitab dengan ketaatan. Yak. 1:22
Dalam bagian ini pertanyaannya mengalami perubahan. Bagaimana perikop ini dan ajaran-ajarannya berlaku bagi saya? Apakah perikop ini mengajarkan kepada saya sesuatu yang harus saya lakukan? Atau tentang sesuatu yang tidak boleh saya lakukan? Apakah yang dikatakan kepada saya mengenai kehendak Allah dan bagaimana saya melakukannya agar saya menyenangkan Allah dan melayani Dia dengan lebih baik? Inilah yang dimaksudkan oleh Yakobus.  


Metode Baca Gali Alkitab:
1.    Doa: Allah yang berdaulat, bukalah mataku/kami supaya aku/kami dapat melihat perbuatan-perbuatan-Mu yang mengagumkan dari firman-Mu. Amin
2.    Bacaan: Mazmur 128:1-6
3.    Renungan:
Pokok: Rumah tangga yang diberkati Tuhan
-     Apa saja yang saya baca?
·      Mazmur 128 adalah salah satu dari mazmur lainnya yang dinyanyikan pada saat umat Allah ziarah ke Bait Allah.
·      Prinsip utama yang harus diperhatikan oleh umat Allah agar tetap mengalami berkat Tuhan atas rumah tangga adalah takut akan Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! (ay.1)
·      Apabila umat Allah memperhatikan prinsip utama ini, maka Tuhan akan memberkati rumah tangga dan dimulai dari memberkati usaha yang dilakukan oleh suami, -suami yang takut akan Tuhan dan melakukan usahanya dalam takut akan Tuhan (ay.4) sehingga suami akan berbahagia melihat berkat itu (ay.2).
·      Dampak dari berkat Tuhan adalah istri berbahagia dan merasa puas dalam rumah tangga, anak-anak juga merasa puas dan bangga atas berkat Tuhan dan bahkan anak-anak mengharumkan nama baik orang tua, (ay.3).
·      Sumber berkat yang berasal dari Tuhan selain berdampak dalam rumah tangga, juga akan berdampak bagi bangsa. Anak-anak akan menjadi generasi-generasi yang takut akan Tuhan, generasi-generasi yang siap membawa perubahan positif bagi bangsa. Generasi yang rusak mempengaruhi keadaan masa depan suatu bangsa. Keadaan bangsa selalu ditentukan oleh seperti apakah generasi muda suatu masyarakat. Generasi muda yang sehat menyukakan generasi tua, (ay.5-6).
-     Apa pesan yang disampaikan kepada saya?
·         Takut akan Tuhan dan hidup menurt jalan-Nya adalah dasar untuk membangun rumah tangga yang bahagia.
·         Seorang kepala rumah tangga (suami/istri jika suami sudah meninggal) haruslah yang pertama menjadi teladan dalam hal takut akan Tuhan sehingga mampu mengayomi mereka yang di dalam rumah.
·         Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan yang diberkati Tuhan selalu membawa kebahagian bagi seisi rumah tangga. Bahkan Tuhan menjamin masa depan anak-anak melalui penghasilan orang tua. Anak-anak akan menjadi generasi yang mengabdi kepada Tuhan dan bangsa/sesama.
-     Apa responsku? 
·         Memegang prinsip dari janji berkat Tuhan atas rumah tangga
·         Komitmen untuk bekerja keras mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang benar, yang sesuai dengan kehendak Allah.
·         Memberi diri dibentuk Tuhan agar menjadi berkat bagi rumah tangga dan gereja Tuhan.
4.    Doa: Tuhan, berikanlah kemauan dan kemampuan kepada ku/kami untuk terus mencintai firman-Mu, melakukannya dan memuliakan Engkau setiap hari. Amin  
Penerapan:
Sebagai wanita-wanita/ibu dalam rumah tangga, kita harus mengarahkan suami, tidak boleh bosan2 mengingatkan mereka agar melakukan pekerjaan yang baik yang memuliakan Allah, sehingga berkat Tuhan “mengalir” dalam rumah tangga kita. Banyak alasan yang kita bisa buat untuk membela diri tetapi ingat Tuhan tidak bisa dinegosiasi, Tuhan tidak pernah kompromi dengan sesuatu yang bertolak belakang dengan kehendaknya. Langkah pertama adalah berdoa, kedua mengingatkan, ketiga berdoa.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar