Garis Besar Khotbah Ibadah Minggu Bulan Mei
2013
OLEH EV. SIPRIANUS
TATENI, STH.
“Doktrin Tentang Roh Kudus”
Penguraian singkat tentang Roh Kudus dan karya-Nya bagi orang percaya.
I.
Siapakah Roh Kudus?
Roh Kudus adalah Pribadi Ketiga Allah Tritunggal. Dia bukan hanya
sekedar kuasa, melainkan Pribadi yang berkuasa, setara dengan Bapa dan Yesus,
dan layak disembah. Roh Kudus adalah Penolong (Parakletos) yang diutus oleh Bapa dan Yesus untuk berkarya di dalam
diri orang percaya. Roh Kudus adalah Pribadi karena Dia memiliki pikiran (1Kor.
2:10-11), perasaan (Kis. 5:3-4), dan kehendak. Roh Kudus juga adalah Allah
karena Ia melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah seperti; Ia turut dalam
penciptaan (Kej. 1:1-2; Ayub 33:4), mengaruniakan Kitab Suci (2Ptr. 1:21), Ia
menghibur, Ia membimbing, Ia mengajar dan memelihara orang-orang pilihan Allah
(Yoh. 16). Jadi Roh Kudus adalah Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal.
II.
Arti dan Makna frasa “Dibaptis dengan Roh Kudus” dan ”Dipenuhi Roh
Kudus”
Dalam bagian ini akan diuraikan secara khusus tentang dibaptis dengan
Roh Kudus dan dipenuhi Roh Kudus. Kedua hal ini termasuk karya Roh Kudus akan
tetapi diuraikan secara terlebih dahulu dan secara terpisah dengan maksud
memberi penekanan untuk memahami arti dan penggunaan frasa “dibaptis dengan Roh
Kudus” dan “dipenuhi Roh Kudus”.
Dibaptis Dengan Roh Kudus
Peristiwa hari Pentakosta (Kis.2:1-13) merupakan peristiwa Roh Kudus
turun dan memenuhi orang percaya. Peristiwa ini juga dapat dikatakan sebagai
peristiwa dimana Kristus membaptis para murid-Nya dan orang percaya lainnya
dengan Roh Kudus. Peristiwa pentakosta juga merupakan suatu penggenapan janji yang telah dinubuatkan
oleh para nabi di dalam Perjanjian Lama dan sekaligus merupakan peristiwa yang
akan menjadi fakta sejarah. Peristiwa
ini hanya terjadi satu kali saja yakni bahwa Allah telah mengutus Roh Kudus ke
atas orang-orang pilihan-Nya dan tidak akan mengutus-Nya lagi karena Roh Kudus
sudah diutus. Karena itu, Kristus akan terus berkarya membaptis orang-orang
pilihan-Nya dan melahirkan kembali mereka sehingga menjadi percaya kepada
Yesus. Hal ini hanya dilakukan satu kali selama hidup mereka dan tidak diulang.
Dibaptis dengan Roh Kudus dan kelahiran kembali keduanya berbeda, namun
keduanya dapat terjadi secara simultan (berlaku pada waktu yang bersamaan,
secara bersama-sama, berbarengan, serentak).
Dalam baptisan Roh Kudus, tidak dapat
dimutlakkan bahwa ada bahasa yang dipakai sebagai bahasa baptisan Roh Kudus.
Bahasa lidah pada hari pentakosta tidak dapat dijadikan sebagai norma untuk
diajarkan bahwa baptisan Roh Kudus selalu disertai dengan bahasa Roh Kudus.
Perlu diperhatikan bahwa dalam Alkitab ada nas yang bersifat Descriptive dan Didactic. Bagian
yang bersifat Descriptive adalah bagian yang berupa cerita yang
terjadi sungguh-sungguh dan bersifat menggambarkan apa yang terjadi pada
saat itu. Ini tidak boleh dipakai sebagai rumus / hukum / norma! Contoh:
Kel 14, yang menceritakan peristiwa dimana Allah membelah Laut Teberau
sehingga bangsa Israel bisa menyeberang di tanah kering, adalah suatu bagian
yang bersifat Descriptive (menggambarkan apa yang terjadi pada saat
itu). Ini bukan rumus / norma / hukum, artinya, kita tidak diperintahkan untuk
menyeberangi laut dengan cara seperti itu! Sedang bagian yang bersifat Didactic
adalah bagian yang bersifat pengajaran (Yunani: DIDACHE), dan bisa berbentuk suatu pernyataan, janji, perintah atau
larangan. Ini adalah rumus / hukum / norma bagi kita. Contoh:
Kis 16:31 yang berbunyi “Percayalah
kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” adalah bagian yang
bersifat Didactic. Karena itu, ini merupakan hukum / norma, artinya
setiap orang yang percaya kepada Yesus pasti selamat.
Dan nas ini (Kis. 2:1-13) bersifat Descriptive.
Dalam Alkitab, hanya ada dua fakta yang terjadi dimana baptisan Roh Kudus
disertai dengan bahasa Roh Kudus, akan tetapi selalu memiliki kaitan dengan
penginjilan (Kis. 2, menjelaskan bahwa banyak orang dari segala bangsa dibawah
kolong langit yang hadir pada hari pentakosta, sedang Kis. 19:6, menjelaskan
juga tentang pengalaman yang dialami oleh orang-orang bukan Yahudi. Jadi, kita
dapat memahami bahwa dengan turunnya Roh Kudus, maka pintu misi pekabaran Injil
terbuka bagi semua bangsa, keselamatan terbuka bagi semua bangsa). Sedang
dibagian lain tidak menjelaskan tentang baptisan Roh Kudus yang disertai bahasa
lidah. Contoh: Kis. 2:41, 4:4,5:14, 6:7, 8:38-39, 9:42.
Hal ini penting karena akan ada bahaya kejatuhan apabila membangun
kebenaran bukan berdasarkan pengajaran melainkan pengalaman. 1Kor.12:13,
merupakan ayat kunci pengajaran para rasul mengenai baptisan Roh Kudus.
Pengajarannya adalah baptisan Roh Kudus untuk semua orang tanpa dibatasi oleh
latar belakang apapun. Melalui baptisan Roh Kudus semua orang percaya menjadi
satu dalam tubuh Kristus, karena Kristus-lah membaptis orang pilihan-Nya dengan
Roh Kudus, dalam arti memberikan Roh Kudus ke dalam diri orang percaya dan
mempersekutukan orang percaya dalam satu tubuh yaitu tubuh Kristus. Jadi,
1Kor.12:13, bukan menunjuk kepada pengalaman setelah pertobatan (post converstion) atau second blessing melainkan kesatuan semua
orang percaya dalam satu tubuh yaitu Tubuh Kristus. Berkenaan dengan pengalaman baptisan Roh Kudus dalam Alkitab,
berikut pemaparan pengalaman baptisan Roh Kudus di Samaria:
Pengalaman di Samaria (Kis. 8:5-17)
Setelah hari Pentakosta, Injil semakin tersebar. Penginjil Filipus
memberitakan Injil ke daerah Samaria, beberapa orang bersimpati dan takjub
sehingga memberi diri dibaptis. Sekalipun mereka sudah dibaptis dengan air,
namun mereka belum dibaptis dengan Roh Kudus karena terlihat bahwa mereka belum
bertobat. Alasan: 1). Simon yang menawarkan sejumlah uang kepada Petrus dengan
maksud membeli Roh Kudus (ay. 18-23). Disinilah nampak bahwa dia memberi diri
dibaptis karena keinginannya yang kuat untuk memiliki kuasa yang lebih besar
dari sebelumnya. 2). Mereka baru dalam taraf mendengar Firman (ayt.14). Sekedar
dicermati sepertinya pertobatan mendahului baptisan Roh Kudus. Akan tetapi jika
dicermati sungguh-sungguh, mereka belum mengalami baptisan Roh Kudus yang
melahirbarukan mereka, hanya ketika mereka ditumpangkan tangan oleh para rasul
dan Roh Kudus turun ke atas mereka, disaat itulah mereka dibaptiskan dengan Roh
Kudus dan dilahirbarukan. Jadi pengalaman di Samaria adalah bahwa mereka
dibaptis dengan Roh Kudus baru mengalami pertobatan dan bukan sebaliknya.
Dibaptis dengan Roh Kudus dan kelahiran baru terjadi secara simultan
(bersamaan) dan hanya satu kali seumur hidup, tidak akan diulang.
Baptisan air dan dibaptis dengan Roh Kudus adalah berbeda tapi tidak
dapat berdiri sendiri atau dipisahkan. Keduanya menandai bahwa orang-orang
pilihan Allah masuk ke dalam berkat perjanjian yang baru, tidak dapat diulang.
Perbedaannya yaitu baptisan air diamanatkan oleh Kristus sedangkan baptisan Roh
Kudus tidak diperintahkan. Baptisan air adalah sakramen yang nampak sedang
baptisan Roh Kudus tidak diperintahkan untuk dilakukan karena Kristus-lah yang
membaptis dengan Roh Kudus.
Dipenuhi Roh Kudus
Dipenuhi Roh Kudus berarti seluruh keberadaan orang percaya (pikiran, perasaan,
kehendak dan perbuatan) ada dalam kendali, kontrol dan pimpinan Roh Kudus. Roh
Kudus yang tinggal di dalam diri orang percaya akan terus bekerja untuk
menghidupkan pikiran, perasaan, dan kehendak orang percaya yang cenderung
berbuat dosa. Dipenuhi Roh Kudus adalah:
•
Suatu perintah / mandat
Dipenuhi dengan Roh Kudus adalah suatu perintah yang ditujukan hanya
kepada orang percaya sehingga perintah ini adalah tanggung jawab orang percaya
untuk memberi diri dipenuhi oleh Roh Kudus. Kalau dibaptis dengan Roh Kudus
adalah inisiatif Allah maka dipenuhi Roh Kudus adalah tanggung jawab orang
percaya.
•
Memiliki cara hidup yang berbeda
Orang percaya yang dipenuhi Roh Kudus pasti memiliki pola pikir dan cara
hidup yang berbeda dengan orang percaya yang tidak dipenuhi Roh Kudus.
•
Sifatnya terus-menerus (continous action)
Perintah untuk dipenuhi Roh Kudus sifatnya terus-menerus yakni setiap
hari orang percaya harus memberi diri dikontrol / dipimpin oleh Roh Kudus.
•
Berlaku bagi semua orang yang percaya
Sebagaimana dibaptis dengan Roh Kudus pasti telah dialami oleh semua
orang percaya sejati, maka dipenuhi Roh Kudus juga harus dialami oleh semua
orang percaya, karena perintah ini diberikan kepada semua orang yang telah
mengalami baptisan Roh Kudus dan menjadi percaya.
•
Bersifat objektif - pasif
Dipenuhi oleh Roh Kudus adalah suatu perintah
namun orang percaya pasif, dalam arti orang percaya berada dalam pengaruh,
dominasi, atau kontrol Roh Kudus yang menyebabkan adanya perubahan hidup. Orang
percaya pasif dalam pengertian bahwa orang percaya tidak dapat mengusahakannya.
Orang percaya hanya objek dan bertanggungjawab untuk memberi diri dipenuhi.
Tanggung jawab yang dimaksud adalah wajib memberi diri dipenuhi melalui taat
Firman dan membuang dosa.
Ilustrasi: saya jadi tamu di rumah saudara. Saudara hanya ijinkan
saya di ruang tamu, atau serahkan kekuasaan atas seluruh rumah kepada saya.
III.
Karya Roh Kudus
Dibagian terakhir ini, dipaparkan karya Roh Kudus bagi umat pilihan
Allah, antara lain:
v Inspirator
Artinya Roh Kudus-lah yang menyatakan
Firman Allah dan yang menuntun penulisan Firman Allah. Dia menyatakan
Firman melalui totalitas penulis dengan cara mengontrolnya dalam menulis dan
membukukan dalam kitab-kitab Alkitab sehingga tidak ada kesalahan, dan maksud
kitab itu tercapai yaitu membuat kebenaran dikenal oleh pendengarnya.
v Illuminator
Artinya Roh Kudus memberi pengertian kepada orang percaya mengenai Firman Allah. Betapapun manusia berusaha
untuk mengenal Allah dan mengerti kehendak-Nya melalui mempelajari Alkitab,
namun tidak seorangpun yang bisa mencapainya kecuali oleh pekerjaan Roh Kudus
yang memberikan penerangan dan pengertian kepada orang percaya.
v Dinamisator
Artinya Roh Kudus memberi kekuatan kepada orang percaya untuk melakukan
Firman Allah. Kalau Firman Allah harus selalu dipelajari, maka orang percaya
juga harus selalu percaya dan mengharapkan pertolongan Roh Kudus untuk
memberikan pengertian mengenai Firman Allah.
v Eksekutor
Artinya Roh Kudus mengoperasikan Firman Allah dari dalam hati orang
percaya. Roh Kudus juga menolong orang percaya dalam menjalani hidup. Roh Kudus
tidak hanya bekerja di gereja, saat ibadah melainkan dalam seluruh aspek
kehidupan orang percaya dan mempersekutukan orang percaya dengan Firman Allah
untuk menghasilkan karakter ilahi. Mengingatkan orang percaya akan Firman
Allah.
v Character Builder
Artinya Roh Kudus memproduksi karakter Ilahi dalam orang percaya (buah
Roh Kudus). Ada Sembilan buah Roh Kudus dan semuanya tidak bisa ditiru oleh
manusia daging (manusia yang belum lahir baru, dan termasuk setan). Buah Roh
Kudus (Gal. 5:22-23) adalah:
1) Kasih.
Allah adalah kasih. Itulah kasih yang kita dapat tidak melalui jasa kita, kasih
yang besar, mengubahkan kita dan tidak dapat berubah. Kasih ini telah nyata di
dalam Yesus dan sudah ditanam dalam diri orang percaya. kasih ini yang harus
kita tunjukkan sehingga dengan demikian kita sungguh-sungguh menyatakan diri
sebagai pengikut Yesus.
2) Sukacita
adalah suatu kebajikan yang didasarkan dari dalam diri orang percaya yakni
pengenalannya akan siapa Allah itu dan apa yang telah dikerjakan-Nya bagi kita
dalam Yesus. Jika kebahagiaan tergantung pada materi tetapi sukacita tergantung
pada Allah dan pengenalan kita akan Dia.
3) Damai sejahtera
adalah pemberian Allah kepada orang percaya melalui Yesus di salib. Di mana
Allah berdamai dengan manusia dan manusia yang mengalami damai itu berdamai
dengan diri sendiri dan sesama manusia.
4) Kesabaran
diartikan sebagai sifat dapat menahan diri terhadap orang lain bahkan ketika
dicobai dengan berat. Allah adalah contoh bagi kita.
5) Kemurahan
adalah sikap Allah ketika berinteraksi dengan kita. Ini adalah sikap dimana
Allah memperlakukan kita sebagai anak yang harus terus belajar. Dia tidak
menuntut ketaatan mutlak tanpa memberikan kesempatan untuk belajar bangkit.
6) Kebaikan sama
dengan kemurahan tetapi biasanya kebaikan disimpan untuk situasi-situasi dimana
si penerima tidak layak untuk mendapatkannya.
7) Kesetiaan
berarti dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Contoh: seorang hamba yang setia
kepada tuan. Tuan kita adalah Yesus, kita harus setia pada-Nya dalam segala
situasi dan kondisi.
8) Kelemahlembutan
adalah kelembutan hati dimana seseorang begitu menguasai diri sehingga selalu
marah pada saat yang tepat (seperti terhadap dosa) dan tidak pernah marah pada
saat yang salah. (baca Bil.12:3.)
9) Penguasaan Diri
adalah selalu terkait dengan komitmen orang percaya berdasarkan pertolongan Roh
Kudus untuk menang atas keinginan-keinginan daging yang menggodanya, mampu
menjaga kesucian pikiran maupun tingkah laku.
v Equipper
Artinya Roh Kudus memperlengkapi orang percaya melayani Tuhan dan
sesama. 1Korintus 12:8-10 menjelaskan tentang karunia-karunia Roh Kudus yaitu
karunia untuk berkata-kata yakni bernubuat, bahasa lidah dan menafsirkannya.
Karunia untuk bertindak yaitu menyembuhkan, melakukan mujizat dan iman. Karunia
untuk mengetahui yaitu membedakan roh, hikmat dan pengetahuan. Dan diberikan
juga tiga fungsi orang yaitu rasul-rasul, nabi-nabi, guru-guru (1Kor.12:28-30).
Tujuan Roh Kudus berkarya adalah untuk membengun tubuh Kristus bagi kemuliaan
Allah Tritunggal.
------
o0o Soli Deo Gloria o0o------
Tidak ada komentar :
Posting Komentar