Selasa, 19 Januari 2016

DOKTRIN ROH KUDUS



Garis Besar Khotbah Ibadah Minggu Bulan Mei 2013
OLEH EV. SIPRIANUS TATENI, STH.
Doktrin Tentang Roh Kudus
Penguraian singkat tentang Roh Kudus dan karya-Nya bagi orang percaya.
I.              Siapakah Roh Kudus?
Roh Kudus adalah Pribadi Ketiga Allah Tritunggal. Dia bukan hanya sekedar kuasa, melainkan Pribadi yang berkuasa, setara dengan Bapa dan Yesus, dan layak disembah. Roh Kudus adalah Penolong (Parakletos) yang diutus oleh Bapa dan Yesus untuk berkarya di dalam diri orang percaya. Roh Kudus adalah Pribadi karena Dia memiliki pikiran (1Kor. 2:10-11), perasaan (Kis. 5:3-4), dan kehendak. Roh Kudus juga adalah Allah karena Ia melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah seperti; Ia turut dalam penciptaan (Kej. 1:1-2; Ayub 33:4), mengaruniakan Kitab Suci (2Ptr. 1:21), Ia menghibur, Ia membimbing, Ia mengajar dan memelihara orang-orang pilihan Allah (Yoh. 16). Jadi Roh Kudus adalah Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal.
II.            Arti dan Makna frasa “Dibaptis dengan Roh Kudus” dan ”Dipenuhi Roh Kudus”   
Dalam bagian ini akan diuraikan secara khusus tentang dibaptis dengan Roh Kudus dan dipenuhi Roh Kudus. Kedua hal ini termasuk karya Roh Kudus akan tetapi diuraikan secara terlebih dahulu dan secara terpisah dengan maksud memberi penekanan untuk memahami arti dan penggunaan frasa “dibaptis dengan Roh Kudus” dan “dipenuhi Roh Kudus”.

Dibaptis Dengan Roh Kudus
Peristiwa hari Pentakosta (Kis.2:1-13) merupakan peristiwa Roh Kudus turun dan memenuhi orang percaya. Peristiwa ini juga dapat dikatakan sebagai peristiwa dimana Kristus membaptis para murid-Nya dan orang percaya lainnya dengan Roh Kudus. Peristiwa pentakosta juga merupakan suatu penggenapan janji yang telah dinubuatkan oleh para nabi di dalam Perjanjian Lama dan sekaligus merupakan peristiwa yang akan menjadi fakta sejarah. Peristiwa ini hanya terjadi satu kali saja yakni bahwa Allah telah mengutus Roh Kudus ke atas orang-orang pilihan-Nya dan tidak akan mengutus-Nya lagi karena Roh Kudus sudah diutus. Karena itu, Kristus akan terus berkarya membaptis orang-orang pilihan-Nya dan melahirkan kembali mereka sehingga menjadi percaya kepada Yesus. Hal ini hanya dilakukan satu kali selama hidup mereka dan tidak diulang. Dibaptis dengan Roh Kudus dan kelahiran kembali keduanya berbeda, namun keduanya dapat terjadi secara simultan (berlaku pada waktu yang bersamaan, secara bersama-sama, berbarengan, serentak).
Dalam baptisan Roh Kudus, tidak dapat dimutlakkan bahwa ada bahasa yang dipakai sebagai bahasa baptisan Roh Kudus. Bahasa lidah pada hari pentakosta tidak dapat dijadikan sebagai norma untuk diajarkan bahwa baptisan Roh Kudus selalu disertai dengan bahasa Roh Kudus. Perlu diperhatikan bahwa dalam Alkitab ada nas yang bersifat Descriptive dan Didactic. Bagian yang bersifat Descriptive adalah bagian yang berupa cerita yang terjadi sungguh-sungguh dan bersifat menggambarkan apa yang terjadi pada saat itu. Ini tidak boleh dipakai sebagai rumus / hukum / norma! Contoh: Kel 14, yang menceritakan peristiwa dimana Allah membelah Laut Teberau sehingga bangsa Israel bisa menyeberang di tanah kering, adalah suatu bagian yang bersifat Descriptive (menggambarkan apa yang terjadi pada saat itu). Ini bukan rumus / norma / hukum, artinya, kita tidak diperintahkan untuk menyeberangi laut dengan cara seperti itu! Sedang bagian yang bersifat Didactic adalah bagian yang bersifat pengajaran (Yunani: DIDACHE), dan bisa berbentuk suatu pernyataan, janji, perintah atau larangan. Ini adalah rumus / hukum / norma bagi kita. Contoh: Kis 16:31 yang berbunyi “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” adalah bagian yang bersifat Didactic. Karena itu, ini merupakan hukum / norma, artinya setiap orang yang percaya kepada Yesus pasti selamat.
Dan nas ini (Kis. 2:1-13) bersifat Descriptive. Dalam Alkitab, hanya ada dua fakta yang terjadi dimana baptisan Roh Kudus disertai dengan bahasa Roh Kudus, akan tetapi selalu memiliki kaitan dengan penginjilan (Kis. 2, menjelaskan bahwa banyak orang dari segala bangsa dibawah kolong langit yang hadir pada hari pentakosta, sedang Kis. 19:6, menjelaskan juga tentang pengalaman yang dialami oleh orang-orang bukan Yahudi. Jadi, kita dapat memahami bahwa dengan turunnya Roh Kudus, maka pintu misi pekabaran Injil terbuka bagi semua bangsa, keselamatan terbuka bagi semua bangsa). Sedang dibagian lain tidak menjelaskan tentang baptisan Roh Kudus yang disertai bahasa lidah. Contoh: Kis. 2:41, 4:4,5:14, 6:7, 8:38-39, 9:42.
Hal ini penting karena akan ada bahaya kejatuhan apabila membangun kebenaran bukan berdasarkan pengajaran melainkan pengalaman. 1Kor.12:13, merupakan ayat kunci pengajaran para rasul mengenai baptisan Roh Kudus. Pengajarannya adalah baptisan Roh Kudus untuk semua orang tanpa dibatasi oleh latar belakang apapun. Melalui baptisan Roh Kudus semua orang percaya menjadi satu dalam tubuh Kristus, karena Kristus-lah membaptis orang pilihan-Nya dengan Roh Kudus, dalam arti memberikan Roh Kudus ke dalam diri orang percaya dan mempersekutukan orang percaya dalam satu tubuh yaitu tubuh Kristus. Jadi, 1Kor.12:13, bukan menunjuk kepada pengalaman setelah pertobatan (post converstion) atau second blessing melainkan kesatuan semua orang percaya dalam satu tubuh yaitu Tubuh Kristus. Berkenaan dengan pengalaman baptisan Roh Kudus dalam Alkitab, berikut pemaparan pengalaman baptisan Roh Kudus di Samaria:

Pengalaman di Samaria (Kis. 8:5-17)
Setelah hari Pentakosta, Injil semakin tersebar. Penginjil Filipus memberitakan Injil ke daerah Samaria, beberapa orang bersimpati dan takjub sehingga memberi diri dibaptis. Sekalipun mereka sudah dibaptis dengan air, namun mereka belum dibaptis dengan Roh Kudus karena terlihat bahwa mereka belum bertobat. Alasan: 1). Simon yang menawarkan sejumlah uang kepada Petrus dengan maksud membeli Roh Kudus (ay. 18-23). Disinilah nampak bahwa dia memberi diri dibaptis karena keinginannya yang kuat untuk memiliki kuasa yang lebih besar dari sebelumnya. 2). Mereka baru dalam taraf mendengar Firman (ayt.14). Sekedar dicermati sepertinya pertobatan mendahului baptisan Roh Kudus. Akan tetapi jika dicermati sungguh-sungguh, mereka belum mengalami baptisan Roh Kudus yang melahirbarukan mereka, hanya ketika mereka ditumpangkan tangan oleh para rasul dan Roh Kudus turun ke atas mereka, disaat itulah mereka dibaptiskan dengan Roh Kudus dan dilahirbarukan. Jadi pengalaman di Samaria adalah bahwa mereka dibaptis dengan Roh Kudus baru mengalami pertobatan dan bukan sebaliknya. Dibaptis dengan Roh Kudus dan kelahiran baru terjadi secara simultan (bersamaan) dan hanya satu kali seumur hidup, tidak akan diulang.
Baptisan air dan dibaptis dengan Roh Kudus adalah berbeda tapi tidak dapat berdiri sendiri atau dipisahkan. Keduanya menandai bahwa orang-orang pilihan Allah masuk ke dalam berkat perjanjian yang baru, tidak dapat diulang. Perbedaannya yaitu baptisan air diamanatkan oleh Kristus sedangkan baptisan Roh Kudus tidak diperintahkan. Baptisan air adalah sakramen yang nampak sedang baptisan Roh Kudus tidak diperintahkan untuk dilakukan karena Kristus-lah yang membaptis dengan Roh Kudus.

Dipenuhi Roh Kudus
Dipenuhi Roh Kudus berarti seluruh keberadaan orang percaya (pikiran, perasaan, kehendak dan perbuatan) ada dalam kendali, kontrol dan pimpinan Roh Kudus. Roh Kudus yang tinggal di dalam diri orang percaya akan terus bekerja untuk menghidupkan pikiran, perasaan, dan kehendak orang percaya yang cenderung berbuat dosa. Dipenuhi Roh Kudus adalah:
       Suatu perintah / mandat
Dipenuhi dengan Roh Kudus adalah suatu perintah yang ditujukan hanya kepada orang percaya sehingga perintah ini adalah tanggung jawab orang percaya untuk memberi diri dipenuhi oleh Roh Kudus. Kalau dibaptis dengan Roh Kudus adalah inisiatif Allah maka dipenuhi Roh Kudus adalah tanggung jawab orang percaya.
       Memiliki cara hidup yang berbeda
Orang percaya yang dipenuhi Roh Kudus pasti memiliki pola pikir dan cara hidup yang berbeda dengan orang percaya yang tidak dipenuhi Roh Kudus.
       Sifatnya terus-menerus (continous action)
Perintah untuk dipenuhi Roh Kudus sifatnya terus-menerus yakni setiap hari orang percaya harus memberi diri dikontrol / dipimpin oleh Roh Kudus.
       Berlaku bagi semua orang yang percaya
Sebagaimana dibaptis dengan Roh Kudus pasti telah dialami oleh semua orang percaya sejati, maka dipenuhi Roh Kudus juga harus dialami oleh semua orang percaya, karena perintah ini diberikan kepada semua orang yang telah mengalami baptisan Roh Kudus dan menjadi percaya.
       Bersifat objektif - pasif
Dipenuhi oleh Roh Kudus adalah suatu perintah namun orang percaya pasif, dalam arti orang percaya berada dalam pengaruh, dominasi, atau kontrol Roh Kudus yang menyebabkan adanya perubahan hidup. Orang percaya pasif dalam pengertian bahwa orang percaya tidak dapat mengusahakannya. Orang percaya hanya objek dan bertanggungjawab untuk memberi diri dipenuhi. Tanggung jawab yang dimaksud adalah wajib memberi diri dipenuhi melalui taat Firman dan membuang dosa.
Ilustrasi: saya jadi tamu di rumah saudara. Saudara hanya ijinkan saya di ruang tamu, atau serahkan kekuasaan atas seluruh rumah kepada saya.

III.           Karya Roh Kudus
Dibagian terakhir ini, dipaparkan karya Roh Kudus bagi umat pilihan Allah, antara lain:
v  Inspirator
Artinya Roh Kudus-lah yang menyatakan Firman Allah dan yang menuntun penulisan Firman Allah. Dia menyatakan Firman melalui totalitas penulis dengan cara mengontrolnya dalam menulis dan membukukan dalam kitab-kitab Alkitab sehingga tidak ada kesalahan, dan maksud kitab itu tercapai yaitu membuat kebenaran dikenal oleh pendengarnya.
v  Illuminator
Artinya Roh Kudus memberi pengertian kepada orang percaya mengenai  Firman Allah. Betapapun manusia berusaha untuk mengenal Allah dan mengerti kehendak-Nya melalui mempelajari Alkitab, namun tidak seorangpun yang bisa mencapainya kecuali oleh pekerjaan Roh Kudus yang memberikan penerangan dan pengertian kepada orang percaya.
v  Dinamisator
Artinya Roh Kudus memberi kekuatan kepada orang percaya untuk melakukan Firman Allah. Kalau Firman Allah harus selalu dipelajari, maka orang percaya juga harus selalu percaya dan mengharapkan pertolongan Roh Kudus untuk memberikan pengertian mengenai Firman Allah.
v  Eksekutor
Artinya Roh Kudus mengoperasikan Firman Allah dari dalam hati orang percaya. Roh Kudus juga menolong orang percaya dalam menjalani hidup. Roh Kudus tidak hanya bekerja di gereja, saat ibadah melainkan dalam seluruh aspek kehidupan orang percaya dan mempersekutukan orang percaya dengan Firman Allah untuk menghasilkan karakter ilahi. Mengingatkan orang percaya akan Firman Allah.
v  Character Builder
Artinya Roh Kudus memproduksi karakter Ilahi dalam orang percaya (buah Roh Kudus). Ada Sembilan buah Roh Kudus dan semuanya tidak bisa ditiru oleh manusia daging (manusia yang belum lahir baru, dan termasuk setan). Buah Roh Kudus (Gal. 5:22-23) adalah:
1)     Kasih. Allah adalah kasih. Itulah kasih yang kita dapat tidak melalui jasa kita, kasih yang besar, mengubahkan kita dan tidak dapat berubah. Kasih ini telah nyata di dalam Yesus dan sudah ditanam dalam diri orang percaya. kasih ini yang harus kita tunjukkan sehingga dengan demikian kita sungguh-sungguh menyatakan diri sebagai pengikut Yesus.

2)     Sukacita adalah suatu kebajikan yang didasarkan dari dalam diri orang percaya yakni pengenalannya akan siapa Allah itu dan apa yang telah dikerjakan-Nya bagi kita dalam Yesus. Jika kebahagiaan tergantung pada materi tetapi sukacita tergantung pada Allah dan pengenalan kita akan Dia.

3)     Damai sejahtera adalah pemberian Allah kepada orang percaya melalui Yesus di salib. Di mana Allah berdamai dengan manusia dan manusia yang mengalami damai itu berdamai dengan diri sendiri dan sesama manusia.
4)     Kesabaran diartikan sebagai sifat dapat menahan diri terhadap orang lain bahkan ketika dicobai dengan berat. Allah adalah contoh bagi kita.

5)     Kemurahan adalah sikap Allah ketika berinteraksi dengan kita. Ini adalah sikap dimana Allah memperlakukan kita sebagai anak yang harus terus belajar. Dia tidak menuntut ketaatan mutlak tanpa memberikan kesempatan untuk belajar bangkit.

6)     Kebaikan sama dengan kemurahan tetapi biasanya kebaikan disimpan untuk situasi-situasi dimana si penerima tidak layak untuk mendapatkannya.

7)     Kesetiaan berarti dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Contoh: seorang hamba yang setia kepada tuan. Tuan kita adalah Yesus, kita harus setia pada-Nya dalam segala situasi dan kondisi.

8)     Kelemahlembutan adalah kelembutan hati dimana seseorang begitu menguasai diri sehingga selalu marah pada saat yang tepat (seperti terhadap dosa) dan tidak pernah marah pada saat yang salah. (baca Bil.12:3.)

9)     Penguasaan Diri adalah selalu terkait dengan komitmen orang percaya berdasarkan pertolongan Roh Kudus untuk menang atas keinginan-keinginan daging yang menggodanya, mampu menjaga kesucian pikiran maupun tingkah laku.

v  Equipper
Artinya Roh Kudus memperlengkapi orang percaya melayani Tuhan dan sesama. 1Korintus 12:8-10 menjelaskan tentang karunia-karunia Roh Kudus yaitu karunia untuk berkata-kata yakni bernubuat, bahasa lidah dan menafsirkannya. Karunia untuk bertindak yaitu menyembuhkan, melakukan mujizat dan iman. Karunia untuk mengetahui yaitu membedakan roh, hikmat dan pengetahuan. Dan diberikan juga tiga fungsi orang yaitu rasul-rasul, nabi-nabi, guru-guru (1Kor.12:28-30). Tujuan Roh Kudus berkarya adalah untuk membengun tubuh Kristus bagi kemuliaan Allah Tritunggal. 
------ o0o Soli Deo Gloria o0o------

Tidak ada komentar :

Posting Komentar